Monday, November 7, 2022
Wednesday, September 14, 2022
Monday, January 10, 2022
Thursday, July 1, 2021
Wednesday, August 5, 2015
Skema Rangkaian Penguat JRC 4558 Stereo Dan Mono
- Bismillah,
kedua penguat tersebut terbuat dari satu IC, yaitu IC Tipe JRC 4558.
Rangkaian berikut bisa anda gunakan untuk memperkuat input suara yang
suaranya rendah, penguat ini hanya cocok untuk pree amp mic, dan audio
input maupun output encoder. Yang mana beberapa minggu lalu sudah saya
memberikan skema tentang cara membuat encoder sekalian sama skemanya di
Artikel berjudul : Skema Rangkaian Encoder IC LA 3361 TC 4066
HAL - HAL YANG PERLU DALAM AUDIO SOUND
RT60 untuk studio
Reverb Time (RT) didefinisikan secara umum
sebagai “waktu yang dibutuhkan oleh suara untuk menghilang sepenuhnya”.
Pengukuran yang biasa digunakan adalah RT60, yaitu waktu yang dibutuhkan
hingga suara berkurang 60dB.
RT yang ideal bervariasi tergantung uk
RT yang ideal bervariasi tergantung uk
TEKNIK MIXING DRUM
Drum
adalah sebuah instrument musik yang paling banyak bermasalah dalam
proses recording, selain menuntut skill yang tinggi baik bagi drummer
maupun sound-engineer-nya, instrument ini juga membutuhkan space yang
cukup luas, serta menuntut peralatan recording (microphone) yang lumayan
banyak juga. Tulisan ini akan membahas sedikit perihal tehnik recording drum-analog yang dapat diterapkan dalam suatu studio rekaman.
Dalam
tulisan ini mengambil sample rekaman dengan menggunakan Yamaha
Recording Custom drum kit dengan sebuah kick-drum, snare, single
rack-tom,
Thursday, June 27, 2013
TITIK PERPOTONGAN FREKUENSI (CROSSOVER BAGIAN I)
TITIK PERPOTONGAN FREKUENSI (CROSSOVER BAGIAN I)
Oleh Emir F. Widya
Seorang soundman di sebuah club di Padang menunjuk sub woofer JBL SRX 4719 dan mengatakan “Mana crossover di dalamnya? Kalian ke manakan crossover di dalamnya.. ?”. Pernahkah subwoofer pasif diberikan crossover pasif di dalamnya? Apa sebenarnya pengertian crossover? Apa itu crossover pasif? Apa itu crossover aktif?
Kurang Pengertian
Oleh Emir F. Widya
Seorang soundman di sebuah club di Padang menunjuk sub woofer JBL SRX 4719 dan mengatakan “Mana crossover di dalamnya? Kalian ke manakan crossover di dalamnya.. ?”. Pernahkah subwoofer pasif diberikan crossover pasif di dalamnya? Apa sebenarnya pengertian crossover? Apa itu crossover pasif? Apa itu crossover aktif?
Kurang Pengertian
SETTING EQUALIZER 2
1. Bagaimana cara meng-eq suatu system
Kembali kepada konsep equalisasi adalah untuk mengembalikan suara kepada bentuk awalnya. Hanya saja telinga manusia memiliki respon yang berbeda-beda terhadap suara, bergantung kepada kualitas pendengarannya dan rasa seni orang tersebut. Untuk membuat equalisasi menjadi obyektif maka kita semua perlu “melihat” sinyal yang dihasilkan speaker. Salah satu alat yang dapat kita gunakan adalah RTA (Real Time Analyzer), alat ini dapat memperlihatkan respon yang diterima dari sumber sinyal yang diterimanya.
Alat ini akan memperlihatkan spektrum suara (rentang frekuensi suara yang dapat diterima oleh alat tersebut) yang dimulai dari 1 oktaf, 1/3 okta
Kembali kepada konsep equalisasi adalah untuk mengembalikan suara kepada bentuk awalnya. Hanya saja telinga manusia memiliki respon yang berbeda-beda terhadap suara, bergantung kepada kualitas pendengarannya dan rasa seni orang tersebut. Untuk membuat equalisasi menjadi obyektif maka kita semua perlu “melihat” sinyal yang dihasilkan speaker. Salah satu alat yang dapat kita gunakan adalah RTA (Real Time Analyzer), alat ini dapat memperlihatkan respon yang diterima dari sumber sinyal yang diterimanya.
Alat ini akan memperlihatkan spektrum suara (rentang frekuensi suara yang dapat diterima oleh alat tersebut) yang dimulai dari 1 oktaf, 1/3 okta
SETTING EQUALIZER 1
1. Apa yang Dimaksud Dengan Equalizer
Equalizer adalah alat yang dapat digunakan untuk menyamakan suara speaker mendekati sumber aslinya atau mengembalikan suara speaker seperti suara aslinya. Banyak orang salah mengartikan fungsi equalizer, mereka menggunakannya untuk mengangkat frekuensi-frekuensi tertentu yang sebenarnya tidak perlu diangkat, atau bahkan mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tidak perlu dikurangi. Mengapa demikian? Sebenarnya equalisasi sangat tergantung dari rasa seni seseorang dan respon telinga orang yang mengoperasikan peralatan sound system
Sunday, June 9, 2013
Rumus ini sebenarnya
diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L
berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya
sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability
bahan feritnya.
Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu.
Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini
bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi
berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan
menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut.
Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang
kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi
(iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ
yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi
dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks
AL = 1100.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Home » Artikel Elektronika » Bahan Untuk Membuat Induktor
Bahan Untuk Membuat Induktor
Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika,
Tutorial
Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor
(core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat
email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang
ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat
induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut.
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Kawat Tembaga (Kawat Email)
Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang
sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja,
sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak
kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di
pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire
Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan
sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm,
AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm.
Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki
isolasi.
Ferit Dan Permeability Core
Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang
disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik.
Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder.
Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle,
manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan
kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk
campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses
pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini
sebenarnya adalah keramik.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat
Induktor
Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika,
Tutorial
Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor
(core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat
email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang
ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat
induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut.
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Kawat Tembaga (Kawat Email)
Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang
sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja,
sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak
kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di
pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire
Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan
sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm,
AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm.
Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki
isolasi.
Ferit Dan Permeability Core
Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang
disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik.
Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder.
Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle,
manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan
kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk
campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses
pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini
sebenarnya adalah keramik.
Data Material Ferit Dan Nilai AL
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000.
Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai
induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih
sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil.
Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena
beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu.
Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal
dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan
data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail.
Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu
induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm
dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat
diketahui nilai induktansinya adalah :
L\approx 5,9mH
Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk
toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran
toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai
induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu
diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar,
diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya
pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL.
Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan
data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan
nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah
lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang
diinginkan adalah :
N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}}
Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai
AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan
sebanyak :
N\approx 20 lilitan
Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi
dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2.
Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi
dan permeability bahan feritnya.
Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu.
Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini
bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi
berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan
menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut.
Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang
kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi
(iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ
yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi
dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks
AL = 1100.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat
Induktor
Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika,
Tutorial
Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor
(core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat
email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang
ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat
induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut.
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Kawat Tembaga (Kawat Email)
Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang
sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja,
sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak
kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di
pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire
Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan
sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm,
AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm.
Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki
isolasi.
Ferit Dan Permeability Core
Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang
disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik.
Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder.
Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle,
manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan
kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk
campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses
pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini
sebenarnya adalah keramik.
Data Material Ferit Dan Nilai AL
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000.
Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai
induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih
sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil.
Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena
beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu.
Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal
dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan
data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail.
Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu
induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm
dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat
diketahui nilai induktansinya adalah :
L\approx 5,9mH
Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk
toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran
toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai
induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu
diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar,
diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya
pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL.
Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan
data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan
nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah
lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang
diinginkan adalah :
N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}}
Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai
AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan
sebanyak :
N\approx 20 lilitan
Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi
dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2.
Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi
dan permeability bahan feritnya.
Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu.
Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini
bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi
berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan
menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut.
Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang
kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi
(iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ
yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi
dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks
AL = 1100.Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Untuk induktor
diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk
induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat
langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat
(jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor
tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut.
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Kawat Tembaga (Kawat Email)
Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang
sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja,
sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak
kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di
pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire
Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan
sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm,
AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm.
Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki
isolasi.
Ferit Dan Permeability Core
Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang
disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik.
Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder.
Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle,
manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan
kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk
campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses
pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini
sebenarnya adalah keramik.
Data Material Ferit Dan Nilai AL
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000.
Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai
induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih
sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil.
Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena
beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu.
Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal
dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan
data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail.
Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu
induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm
dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat
diketahui nilai induktansinya adalah :
L\approx 5,9mH
Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk
toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran
toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai
induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu
diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar,
diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya
pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL.
Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan
data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan
nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah
lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang
diinginkan adalah :
N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}}
Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai
AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan
sebanyak :
N\approx 20 lilitan
Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi
dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2.
Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi
dan permeability bahan feritnya.
Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu.
Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini
bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi
berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan
menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut.
Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang
kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi
(iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ
yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi
dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks
AL = 1100.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat
Induktor
Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika,
Tutorial
Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor
(core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat
email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang
ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat
induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut.
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Kawat Tembaga (Kawat Email)
Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang
sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja,
sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak
kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di
pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire
Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan
sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm,
AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm.
Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki
isolasi.
Ferit Dan Permeability Core
Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang
disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik.
Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder.
Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle,
manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan
kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk
campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses
pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini
sebenarnya adalah keramik.
Data Material Ferit Dan Nilai AL
Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat
induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan
induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat
emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor
toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan
induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor
Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000.
Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai
induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih
sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil.
Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena
beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu.
Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal
dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan
data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail.
Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu
induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm
dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat
diketahui nilai induktansinya adalah :
L\approx 5,9mH
Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk
toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran
toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai
induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu
diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar,
diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya
pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL.
Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan
data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan
nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah
lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang
diinginkan adalah :
N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}}
Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai
AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan
sebanyak :
N\approx 20 lilitan
Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi
dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2.
Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi
dan permeability bahan feritnya.
Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu.
Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini
bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi
berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan
menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut.
Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang
kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi
(iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ
yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi
dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks
AL = 1100.
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Cara menghitung Nilai Lilitan
Cara Membuat Induktor atau
Lilitan. Dari begitu banyak komponen elektronika, salah satunya
induktor, merupakan komponen pasif elektronika yang memungkinkan kita
dapat membuatnya sendiri. Bentuk induktor yang relatif sederhana dan
dapat dengan mudah kita membuat nya, namun untuk nilai induktansi,
jumlah lilitan, dan ukuran indicator perlu perhitungan tertentu. Berikut
ini coba kita bahas Cara Membuat Induktor beserta perhitungannya.
Induktansi
Induktansi dari induktor tergantung pada
konfigurasi fisik konduktor. Jika sebuah konduktor dibentuk menjadi
sebu
Wednesday, February 13, 2013
Skema Rangkaian FBT Tester /Lops Tester
Lops/Fbt Tester adalah alat untuk mengetes Flayback dari monitor atau
televisi.Selain itu alat ini juga dapat digunakan sebagai smps trafo
tester dan juga tester defleksi yoke.rangkaian ini menggunakan ic 4015
dan Lm 393,dengan suplai tegangan 6volt atau 4 bateray AA.berikut gambar
sekemanya:
Berikut gambar Lay outnya:
Tampak Jadi:
Bagi saudara yang ingin download lengkap artikel plus gambar bisa download disini dalam bentul file pdf.
Jika agan ingin buat pcbnya,kami udah gambar dalam bentuk pcb bisa di DOWNLOAD disini
Berikut gambar Lay outnya:
Tampak Jadi:
Bagi saudara yang ingin download lengkap artikel plus gambar bisa download disini dalam bentul file pdf.
Jika agan ingin buat pcbnya,kami udah gambar dalam bentuk pcb bisa di DOWNLOAD disini
Konektor Sound System
Konektor atau sering disebut jack, pin, spade dan banana sebagai
ujung tombak kabel audio, berperan penting. Semakin baik bahan
konduktor yang digunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi
transmisi sinyal audionya. Jenis konektor yang sering digunakan dalam
sistim audio adalah RCA, XLR,Tusuk TOA (Mono/Stereo), Mini
(Stereo/Mono), Speakon, SPDIF.
a. RCA
Konektor RCA banyak digunakan di perumahan. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual menggunakan RCA sebagai terminal outputnya. Ujung konektor sebagai kutub positif sedangkan sisi luarnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
b. XLR
Konektor XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu kaki 1 untukground, kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negative. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female Untuk hubungan balance, ketiga kaki tersebut harus dihubungkan terpisah, dengan kata lain memakai 3 kabel. Untuk hubungan un-balance, kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1
c.Tusuk Toa
Konektor jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA, hanya saja bentuknya berbeda. Jadi ujung
konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada dua jenis, yaitu mono dan stereo
d.. Mini Jack
Mini jack sama dengan konektor tusuk TOA, hanya saja bentuknya lebih kecil atau mini.
e.Konektor Speakon
Speakon adalah konektor yang digunakan untuk koneksi speaker, bentuknya seperti XLR tetapi lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.
Gambar 2-82. Cara instalasi konektor speakon
f. SPDIF
Sony/Philips Digital Interface Format disingkat S/PDIF adalah
koleksi perangkat keras dan protokol level rendah untuk
pengiriman sinyal audio digital antara perangkat dan komponen
stereo. Format ini dikembangkan oleh Sony dan Philips. S/PDIF
dikenal sebagai format audio yang digunakan untuk
mengkoneksikan antar perangkat audio digital tanpa harus
mengkonversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini bias
berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau 7
a. RCA
Konektor RCA banyak digunakan di perumahan. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual menggunakan RCA sebagai terminal outputnya. Ujung konektor sebagai kutub positif sedangkan sisi luarnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
b. XLR
Konektor XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu kaki 1 untukground, kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negative. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female Untuk hubungan balance, ketiga kaki tersebut harus dihubungkan terpisah, dengan kata lain memakai 3 kabel. Untuk hubungan un-balance, kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1
Gambar 2-75.Konektor XLR
c.Tusuk Toa
Konektor jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA, hanya saja bentuknya berbeda. Jadi ujung
konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada dua jenis, yaitu mono dan stereo
Gambar 2-78. Konektor ¼” unbalance (tusuk toa)
d.. Mini Jack
Mini jack sama dengan konektor tusuk TOA, hanya saja bentuknya lebih kecil atau mini.
Gambar 2-81.
e.Konektor Speakon
Speakon adalah konektor yang digunakan untuk koneksi speaker, bentuknya seperti XLR tetapi lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.
Gambar 2-82. Cara instalasi konektor speakon
f. SPDIF
Sony/Philips Digital Interface Format disingkat S/PDIF adalah
koleksi perangkat keras dan protokol level rendah untuk
pengiriman sinyal audio digital antara perangkat dan komponen
stereo. Format ini dikembangkan oleh Sony dan Philips. S/PDIF
dikenal sebagai format audio yang digunakan untuk
mengkoneksikan antar perangkat audio digital tanpa harus
mengkonversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini bias
berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau 7
Wednesday, January 23, 2013
Skema Crossover 2 Way
Skema Crossover 2 Way
R1=100Kohms C1=4.7uF 100V MKT TR2-3=47Kohms trim. or pot. R2-3-4-5-6=37.5ohms [33K+4.7K] C2-3-4-5-6-7-12-13=1nF 100V MKT IC1-2-3=NE5532-TL072 R7=75Kohms[150K//150K] C8-9-10-11-14-15=100nF 100V MKT J 1-2-3=2pin conn. 2.54mm pin step R8=N.C C16=2.2uF 100V MKT J4=3pin conn. 2.54mm pin step R9-10-11-12-13-14-15-16=10Kohms C17=470nF 100V MKT R17-18=47Kohms C18-19=47uF 25V R19-20=47ohms TR1=100Kohms trim. or pot. All the Resistors is 1-2% 1/4W metal film
Sunday, January 6, 2013
SETTING COMPRESSOR
Cara seting sederhana copressor audio
Dalam dunia sound system nama compresor tidak asing lagi,tapi bagi pemula nama ini cukuplah asing
semoga yang buka blog saya smua sudah mahir mengoperasikan.
Ada beberapa knop yang ada di phanel depan.
1.Input
Digunakan untuk menaikkan atau menurunkan level input suara yang masuk kedalam compressor.
2. Threshold (ambang)
Merupakan batas maksimum dari level sinyal yang akan ditoleransi oleh compressor. Ketika treshold dikonfigurasi -5dB misalnya, maka semua bagian dari sinyal audio yang mencapai level diatas -5dB akan otomatis di kompresi oleh compresor tersebut.
3.Ratio (perbandingan)
Merepresentasikan seberapa besar kompresi yang akan dilakukan oleh compressor. Jika ratio di konfigurasikan 4 : 1 misalnya, maka akan dibutuhkan sinyal input sebesar 4dB untuk menaikkan level output sebesar 1 dB. Atau dengan kata lain: setiap level suara input menyentuh angka 4 dB, level suara output akan bertambah 1 dB.
3. Attack (serangan)
Menentukan seberapa cepat compressor akan merespon sinyal yang melebihi threshold, dan mulai melakukan kompresi.
4.Release (melepaskan)
Menentukan seberapa cepat compressor berhenti melakukan kompresi ketika sinyal input telah berada dibawah level treshold yang telah ditentukan.
5.
Hard / Soft Knee
Menentukan cara sound effect compressor bereaksi dan melakukan kompresi, pada saat sinyal telah melebihi threshold. Konfigurasi hard knee mengandung arti bahwa sound effect compressor akan bereaksi dengan cepat dan secara simultan menutup semua sinyal yang melewati batas treshold yang telah ditentukan. Sementara konfigurasi soft knee mengandung arti bahwa compressor akan diaktifkan secara bertahap untuk membuat hasil kompresi menjadi lebih halus
CARA SETTING COMPRESSOR SEDERHANA
Dalam dunia sound system nama compresor tidak asing lagi,tapi bagi pemula nama ini cukuplah asing
semoga yang buka blog saya smua sudah mahir mengoperasikan.
Ada beberapa knop yang ada di phanel depan.
1.Input
Digunakan untuk menaikkan atau menurunkan level input suara yang masuk kedalam compressor.
2. Threshold (ambang)
Merupakan batas maksimum dari level sinyal yang akan ditoleransi oleh compressor. Ketika treshold dikonfigurasi -5dB misalnya, maka semua bagian dari sinyal audio yang mencapai level diatas -5dB akan otomatis di kompresi oleh compresor tersebut.
3.Ratio (perbandingan)
Merepresentasikan seberapa besar kompresi yang akan dilakukan oleh compressor. Jika ratio di konfigurasikan 4 : 1 misalnya, maka akan dibutuhkan sinyal input sebesar 4dB untuk menaikkan level output sebesar 1 dB. Atau dengan kata lain: setiap level suara input menyentuh angka 4 dB, level suara output akan bertambah 1 dB.
3. Attack (serangan)
Menentukan seberapa cepat compressor akan merespon sinyal yang melebihi threshold, dan mulai melakukan kompresi.
4.Release (melepaskan)
Menentukan seberapa cepat compressor berhenti melakukan kompresi ketika sinyal input telah berada dibawah level treshold yang telah ditentukan.
5.
Hard / Soft Knee
Menentukan cara sound effect compressor bereaksi dan melakukan kompresi, pada saat sinyal telah melebihi threshold. Konfigurasi hard knee mengandung arti bahwa sound effect compressor akan bereaksi dengan cepat dan secara simultan menutup semua sinyal yang melewati batas treshold yang telah ditentukan. Sementara konfigurasi soft knee mengandung arti bahwa compressor akan diaktifkan secara bertahap untuk membuat hasil kompresi menjadi lebih halus
CARA SETTING COMPRESSOR SEDERHANA
Pertama-tama level treshold/trigger gate (klo ada) di off dulu
yaitu diputar full ke kiri. Output gain/level di 0 db tengah. Limiter (klo adiv class="MsoNormal">
Level 'berlebih yg akan kita ratakan
yaitu pada hal-hal seperti;
'teriakan serak vokalis band underground, teriakan-teriakan penyanyi
dangdut yang bukan
merupakan bagian dari lagu. sering kita dapati vokalis yang lemah power
saat nyanyi tapi kenceng banget klo teriak-teriak minta sawer.. sehingga
tangan kita tidak bisa lepas dari
fader volume untuk jaga-jaga.. atau flute player yang merangkap juga
trumpet.
balik lagi ke setting treshold compressor, yg kita dengarkan
adalah suara normal nya vokalis sedang nyanyi (lebih baik lagi pada saat dia
sedang menyanyi bagian refrain atau pada nada-nada tinggi) kemudian pelan-pelan treshold
kita putar dr kanan kekiri sampai suara itu mulai terpotong dan lampu led 'gain
reduction mulai nyala. inilah yang disebut titik treshold. Setelah ketemu titik
treshold maka level kita putar balik ke kanan sedikit saja, agar suara 'normal
bisa kita keluarkan dan hanya yg berlebih yg kita 'potong.
Thursday, January 3, 2013
TIPE TIPE CROSSOVER PASIF
CROSSOVER PASIF EMINENCE PXB2: 3k5
SPECIFICATION
Type 2-way
Cabinet Ready* No
Crossover Frequency 3.5kHz
Slope 12dB/ octave LP
Impedance 8 ohms
Power Handling 400W
Crossover Network MX2-1, adalah 2-Way universal X-Over Network / 4 Ohms/2500Hz harga KURANG LEBH 650 rb
high power two way passive crossover (SD-2026A)
Type 2-way
Cabinet Ready* No
Crossover Frequency 3.5kHz
Slope 12dB/ octave LP
Impedance 8 ohms
Power Handling 400W
Pasif Crossover universal dari MUNDORF Germany
Crossover Network MX2-1, adalah 2-Way universal X-Over Network / 4 Ohms/2500Hz harga KURANG LEBH 650 rb
high power two way passive crossover (SD-2026A)
crossover pasif import 2 way plus terminal -- PA 2 Rp. 325.000
Subscribe to:
Posts (Atom)












