Sunday, June 9, 2013

Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability bahan feritnya. Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu. Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut. Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi (iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks AL = 1100.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Home » Artikel Elektronika » Bahan Untuk Membuat Induktor Bahan Untuk Membuat Induktor Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika, Tutorial Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Kawat Tembaga (Kawat Email) Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja, sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm, AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm. Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki isolasi. Ferit Dan Permeability Core Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik. Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder. Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle, manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini sebenarnya adalah keramik.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat Induktor Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika, Tutorial Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Kawat Tembaga (Kawat Email) Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja, sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm, AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm. Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki isolasi. Ferit Dan Permeability Core Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik. Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder. Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle, manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini sebenarnya adalah keramik. Data Material Ferit Dan Nilai AL Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000. Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil. Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail. Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat diketahui nilai induktansinya adalah : L\approx 5,9mH Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar, diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL. Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan adalah : N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}} Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan sebanyak : N\approx 20 lilitan Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability bahan feritnya. Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu. Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut. Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi (iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks AL = 1100.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Kawat Tembaga (Kawat Email) Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja, sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm, AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm. Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki isolasi. Ferit Dan Permeability Core Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik. Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder. Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle, manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini sebenarnya adalah keramik. Data Material Ferit Dan Nilai AL Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000. Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil. Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail. Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat diketahui nilai induktansinya adalah : L\approx 5,9mH Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar, diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL. Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan adalah : N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}} Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan sebanyak : N\approx 20 lilitan Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability bahan feritnya. Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu. Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut. Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi (iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks AL = 1100.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat Induktor Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika, Tutorial Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Kawat Tembaga (Kawat Email) Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja, sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm, AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm. Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki isolasi. Ferit Dan Permeability Core Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik. Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder. Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle, manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini sebenarnya adalah keramik. Data Material Ferit Dan Nilai AL Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000. Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil. Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail. Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat diketahui nilai induktansinya adalah : L\approx 5,9mH Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar, diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL. Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan adalah : N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}} Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan sebanyak : N\approx 20 lilitan Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability bahan feritnya. Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu. Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut. Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi (iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks AL = 1100.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar
Bahan Untuk Membuat Induktor Friday, August 3rd 2012. | Artikel Elektronika, Teori Elektronika, Tutorial Untuk induktor diperlukan kawat tembaga (kawat email) dan inti induktor (core). Untuk induktor tanpa inti (inti udara) kawat tembaga (kawat email) dapat langsung digulung sesuai nilai atau kebutuhan induktor yang ingin dibuat (jumlah lilitan dan diameter lilitan). Bahan untuk membuat induktor tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut. Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Kawat Tembaga (Kawat Email) Untuk membuat induktor biasanya tidak diperlukan kawat tembaga yang sangat panjang. Paling yang diperlukan hanya puluhan sentimeter saja, sehingga efek resistansi bahan kawat tembaga dapat diabaikan. Ada banyak kawat tembaga yang bisa digunakan. Untuk pemakaian yang profesional di pasar dapat dijumpai kawat tembaga dengan standar AWG (American Wire Gauge). Standar ini tergantung dari diameter kawat, resistansi dan sebagainya. Misalnya kawat tembaga AWG32 berdiameter kira-kira 0.3mm, AWG22 berdiameter 0.7mm ataupun AWG20 yang berdiameter kira-kira 0.8mm. Biasanya yang digunakan adalah kawat tembaga tunggal dan memiliki isolasi. Ferit Dan Permeability Core Besi lunak banyak digunakan sebagai inti (core) dari induktor yang disebut ferit. Ada bermacammacam bahan ferit yang disebut ferromagnetik. Bahan dasarnya adalah bubuk besi oksida yang disebut juga iron powder. Ada juga ferit yang dicampur dengan bahan bubuk lain seperti nickle, manganase, zinc (seng) dan magnesium. Melalui proses yang dinamakan kalsinasi yaitu dengan pemanasan tinggi dan tekanan tinggi, bubuk campuran tersebut dibuat menjadi komposisi yang padat. Proses pembuatannya sama seperti membuat keramik. Oleh sebab itu ferit ini sebenarnya adalah keramik. Data Material Ferit Dan Nilai AL Data Material Ferit Dan Nilai AL,bahan untuk membuat induktor,membuat induktor torid,membuat induktor,karakteristik bahan induktor,karakteristik kawat email,sifat ferit bit,sifat kawat emali,rumus membuat induktor,cara buat induktor,cara buat induktor toroid,bahan induktor toroid,susunan induktor toroid,menghitung lilitan induktor toroid,menentukan jumlah lilitan induktor Ferit yang sering dijumpai ada yang memiliki μ = 1 sampai μ = 15.000. Dapat dipahami penggunaan ferit dimaksudkan untuk mendapatkan nilai induktansi yang lebih besar relatif terhadap jumlah lilitan yang lebih sedikit serta dimensi induktor yang lebih kecil. Penggunaan ferit juga disesuaikan dengan frekeunsi kerjanya. Karena beberapa ferit akan optimum jika bekerja pada selang frekuensi tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan ferit yang dipasar dikenal dengan kode nomer materialnya. Pabrik pembuat biasanya dapat memberikan data kode material, dimensi dan permeability yang lebih detail. Sampai di sini kita sudah dapat menghitung nilai induktansi suatu induktor. Misalnya induktor dengan jumlah lilitan 20, berdiameter 1 cm dengan panjang 2 cm serta mengunakan inti ferit dengan μ = 3000. Dapat diketahui nilai induktansinya adalah : L\approx 5,9mH Selain ferit yang berbentuk silinder ada juga ferit yang berbentuk toroida. Umumnya dipasar tersedia berbagai macam jenis dan ukuran toroida. Jika datanya lengkap, maka kita dapat menghitung nilai induktansi dengan menggunakan rumus-rumus yang ada. Karena perlu diketahui nilai permeability bahan ferit, diameter lingkar luar, diameter lingkar dalam serta luas penampang toroida. Tetapi biasanya pabrikan hanya membuat daftar indeks induktansi (inductance index) AL. Indeks ini dihitung berdasarkan dimensi dan permeability ferit. Dengan data ini dapat dihitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi tertentu. Seperti contoh Rumus untuk menghitung jumlah lilitan yang diperlukan untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan adalah : N=100\sqrt{\frac{L}{A_{L}}} Misalnya digunakan ferit toroida T50-1, maka dari table diketahui nilai AL = 100. Maka untuk mendapatkan induktor sebesar 4μH diperlukan lilitan sebanyak : N\approx 20 lilitan Rumus ini sebenarnya diperoleh dari rumus dasar perhitungan induktansi dimana induktansi L berbanding lurus dengan kuadrat jumlah lilitan N2. Indeks AL umumnya sudah baku dibuat oleh pabrikan sesuai dengan dimensi dan permeability bahan feritnya. Permeability bahan bisa juga diketahui dengan kode warna tertentu. Misalnya abu-abu, hitam, merah, biru atau kuning. Sebenarnya lapisan ini bukan hanya sekedar warna yang membedakan permeability, tetapi berfungsi juga sebagai pelapis atau isolator. Biasanya pabrikan menjelaskan berapa nilai tegangan kerja untuk toroida tersebut. Contoh bahan ferit toroida di atas umumnya memiliki premeability yang kecil. Karena bahan ferit yang demikian terbuat hanya dari bubuk besi (iron power). Banyak juga ferit toroid dibuat dengan nilai permeability μ yang besar. Bahan ferit tipe ini terbuat dari campuran bubuk besi dengan bubuk logam lain. Misalnya ferit toroida FT50-77 memiliki indeks AL = 1100.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/artikel-elektronika/bahan-untuk-membuat-induktor/
Copyright © Elektronika Dasar

No comments:

Post a Comment