Wednesday, January 23, 2013

Skema Crossover 2 Way

Skema Crossover 2 Way

Analisis secara teoritis dapat anda lihat di rangkaian. Anda bisa lebih memilih nilai kapasitor standar pertama dan kemudian menghitung nilai resistor lainya yang di parale . Jika anda memilih respon frekuensi cut-off, maka seharusnya anda menempatkan resistor tertentu di paralel atau sejalan sehingga akan mencapai nilai sebanyak mungkin lebih dekat dalam nilai perhitungan teoritis. Untuk lebih mudahnya pada TR1-2-3, anda dapat menempatkan potesometer. Pada output frekwensi rendah dilanjutkan ke power amplifier dengan speaker rendah [Woofer], Sedang output keluaran tinggi dilanjutkan dengan power amplifier dengan frekwensi tinggi [Tweeter]. Sebaikknya silakan anda coba rangkaian untuk crossover dengan output 2 keluaran tinggi dan rendah tersebut!.. Berikut daftar komponen elektronika yang digunakan :
R1=100Kohms C1=4.7uF 100V MKT TR2-3=47Kohms trim. or pot. R2-3-4-5-6=37.5ohms [33K+4.7K] C2-3-4-5-6-7-12-13=1nF 100V MKT IC1-2-3=NE5532-TL072 R7=75Kohms[150K//150K] C8-9-10-11-14-15=100nF 100V MKT J 1-2-3=2pin conn. 2.54mm pin step R8=N.C C16=2.2uF 100V MKT J4=3pin conn. 2.54mm pin step R9-10-11-12-13-14-15-16=10Kohms C17=470nF 100V MKT R17-18=47Kohms C18-19=47uF 25V R19-20=47ohms TR1=100Kohms trim. or pot. All the Resistors is 1-2% 1/4W metal film

Sunday, January 6, 2013

SETTING COMPRESSOR

Cara seting sederhana copressor audio
Dalam dunia sound system nama compresor tidak asing lagi,tapi bagi pemula nama ini cukuplah asing
semoga yang buka blog saya smua sudah mahir mengoperasikan.
Ada beberapa knop yang ada di phanel depan.
1.Input
Digunakan untuk menaikkan atau menurunkan level input suara yang masuk kedalam  compressor.


2. Threshold (ambang)
Merupakan batas maksimum dari level sinyal yang akan ditoleransi oleh   compressor. Ketika treshold dikonfigurasi -5dB misalnya, maka semua bagian dari sinyal audio yang mencapai level diatas -5dB akan otomatis di kompresi oleh compresor tersebut.


3.Ratio (perbandingan)
Merepresentasikan seberapa besar kompresi yang akan dilakukan oleh  compressor. Jika ratio di konfigurasikan 4 : 1 misalnya, maka akan dibutuhkan sinyal input sebesar 4dB untuk menaikkan level output sebesar 1 dB. Atau dengan kata lain: setiap level suara input menyentuh angka 4 dB, level suara output akan bertambah 1 dB.


3. Attack (serangan)
Menentukan seberapa cepat compressor akan merespon sinyal yang melebihi threshold, dan mulai melakukan kompresi.


4.Release (melepaskan)
Menentukan seberapa cepat  compressor berhenti melakukan kompresi ketika sinyal input telah berada dibawah level treshold yang telah ditentukan.


5.
Hard / Soft Knee
Menentukan cara sound effect compressor bereaksi dan melakukan kompresi, pada saat sinyal telah melebihi threshold. Konfigurasi hard knee mengandung arti bahwa sound effect compressor akan bereaksi dengan cepat dan secara simultan menutup semua sinyal yang melewati batas treshold yang telah ditentukan. Sementara konfigurasi soft knee mengandung arti bahwa  compressor akan diaktifkan secara bertahap untuk membuat hasil kompresi menjadi lebih halus



CARA SETTING COMPRESSOR SEDERHANA





Pertama-tama level treshold/trigger gate (klo ada) di off dulu yaitu diputar full ke kiri. Output gain/level di 0 db tengah. Limiter (klo adiv class="MsoNormal">
Level 'berlebih yg akan kita ratakan yaitu pada hal-hal seperti; 'teriakan serak vokalis band underground, teriakan-teriakan penyanyi dangdut yang bukan merupakan bagian dari lagu. sering kita dapati vokalis yang lemah power saat nyanyi tapi kenceng banget klo teriak-teriak minta sawer.. sehingga tangan kita tidak bisa lepas dari fader volume untuk jaga-jaga.. atau flute player yang merangkap juga trumpet.
balik lagi ke setting treshold compressor, yg kita dengarkan adalah suara normal nya vokalis sedang nyanyi (lebih baik lagi pada saat dia sedang menyanyi bagian refrain atau pada nada-nada tinggi) kemudian pelan-pelan treshold kita putar dr kanan kekiri sampai suara itu mulai terpotong dan lampu led 'gain reduction mulai nyala. inilah yang disebut titik treshold. Setelah ketemu titik treshold maka level kita putar balik ke kanan sedikit saja, agar suara 'normal bisa kita keluarkan dan hanya yg berlebih yg kita 'potong.

Thursday, January 3, 2013

TIPE TIPE CROSSOVER PASIF

CROSSOVER PASIF EMINENCE PXB2: 3k5

 SPECIFICATION
Type 2-way
Cabinet Ready* No
Crossover Frequency 3.5kHz
Slope 12dB/ octave LP
Impedance 8 ohms
Power Handling 400W


Pasif Crossover universal dari MUNDORF Germany

Crossover Network MX2-1, adalah 2-Way universal X-Over Network / 4 Ohms/2500Hz harga KURANG LEBH 650 rb









high power two way passive crossover (SD-2026A)




crossover pasif import 2 way plus terminal -- PA 2 Rp. 325.000















Wednesday, January 2, 2013

skema box speaker/ box schema

Bandpass Subwoofer Designs:

BP6-E12-250N
BP4-E12-100S
BP6-Budget
BP6-X1
184SUB
BP6-K-bin
BP6-C-sub

Planar Wave Horn Designs



Goliath
LSW218
LSW118
PWH lung-port interior
PWH-18SW1P
Planar-SD21EL
PWH scurt-port interior
F17-versiunea 1
F17-versiunea 2
FX20

Bassreflex Subwoofer Designs



Subwoofer dual C18-600LF
Infrabass E18ELF
Subwoofer 18SW2P4
Subwoofer C18-650EL
Subwoofer FL18ELF,C18ELF
Subwoofer E18ELF
Subwoofer 18inch-supercompact
Subwoofer dual HP15S
Subwoofer 15WS600
Subwoofer HP15W
Subwoofer C15-400B
Subwoofer compact E15LF

Horn loaded Bass and subbass designs



HD15
CB18-Cyclops
Horn hybrid-dual 18 inch
Punisher
Mach Ballister
Ultrahog

Fullrange mid top designs



Dual 12 inch+PH2723-Vector
Satelit/FR E12-100S+PHT411
Satelit 12inch+PH2723
Satelit/FR 12inch+PH220
Satelit/FR 12inch+PH220
Satelit SN10MB+HM17-25
FR hi-fi cu PCT300+PA800K

15" bassreflex Fulrange designs



Fullrange 15inch+1inch
Fullrange 15inch+PH642/942/64/94
Fullrange BM15CXHB
Satelit/FR 15inch+PH220
Satelit wn15R+wnD72+PH2723
Fullrange 15inch+PH2723
Fullrange 15PW6+HM2525+D220Ti
Fullrange 15inch+PH3220
Satelit/FR Wn15R+PH2723
Fullrange C15-300MB+BMD440+PH3713
Fullrange HP15W+PHT408
Fullrange 15PW4+PHT408
Fullrange 3 cai

Horn loaded Mid Top designs



MT122
MT121
FX12
Horn hybrid coaxial-15CO1P
X-tro

Complete deployable system designs



Expander
Katiusha

Tuesday, January 1, 2013

Spul Tweeter Sering Putus

Banyak sound Engineering mengalami spul tweeter (spul driver) sering putus,terkadang acap kali menjengkelkan,ditengah tengah acara sering kali mengacaukan acara,hanya gara-gara spul tweeter putus.
Banyak yang bertanya pada saya kenapa kenapa kok sering putus.Ada beberapa faktor yang menjadikan tweeter putus.
1>Setiing cros yang kurang pas,ketinggian atau terlalu rendah
2>Terlalu banyak peak pada power amplyfier
3>kwalitas tweeter yang kurang bagus
Ada tips untuk sedikit mengatasi tweeter sering putus,di gambar ada crosofer pasif lampu halogen dan tweeter.Fungsi dari lampu halogen adalah untuk pelarian apabila tweeter dalam keadaan over load,
setelah over load lampu akan menyala.tentunya beban pada tweeter tidak terlalu berat.Sampai disini dulu besok disambung lagi.

Check Phase schema

Pernahkan sobat mengalami pasang sterio system 1speaker bagus tambah 1 malah apang?
itu berarti salah satu speaker ada yang out phase(terbalik min plusnya)n kalo kasus seperti
itu masih bisa diatasi hanya membalik salah satu kabel saja sudah jadi,,walaupun posisi phase
di in phase atau out phase,yang benar di in phase,,lampu indikator nyala hijau pada alat.
Coba bayangkan kalo kita pasang speaker 5 saja kiri 5 kanan 5 sulit sekali kita mendeteksi
phasenya.

Saya akan menerangkan sedikit tentan cek phase,cek phase biasanya ada 2 item yaitu reciver gunanya untuk memonitoring hasil phase yang dihasilkan dari suara elektonik maupun acoustic.
Sedangankan transmiter adalah generator yang menghasilkan gelombang kotak yang di
masukan ke perangkat audio yang di teruskan ke loudspeaker.
Alat tersebut sudah populer di dunia engineering audio..(operator) tapi kalo sobat belum meamkai alat tersebut saya anjurkan harus beli.
Kenapa harus punya???alat tersebut vital sekali selagi sobat mempunyai banyak speaker
yang terpasanng ketika kita dapat job ngeson,nggak mungkin kita cek box demi box nengan telinga apakah phasenya dah betul ato belum.
Harga cek phase yang brandit cukup tidak terjangkau
Bulan depan saya ingin bagikan skema cek phase secara gratis...

Catatan: beda power biasanya beda phase
:beda sumber listrik biasanya beda phase
:tambah acesoris juga di cek phase ulang
:pemasangan cek phase setelah complit terpasang
:di line mixer audio

Cara pasang: tranmiter dimasukan mixer pada lin in,posisi tone flat.
:reciver di todongkan depan speaker pas tengah persis

Sekian..kalo ada susuna kalimat kurang bagus mohon maaf, salam...Skema cek phase


Bulan yang lalu saya sudah bahas tentang Cek Phase dan kali ini saya unggah skema Cek Phase yang
pernah saya janjikan,,dengan skema sederhana ini smoga bisa bermamfaat dan setidaknya untuk
wawasan


GAMBAR YANG SUDAH JADI DENGAN PCB LUBANG


Ic Cek Phase,bulan lalu sudah saya terangkan,penggunaan Cek Phase dan skemanya juga sudah saya unggah
kali ini saya berikan Type ic-nya.Sudah tau caranya sudah ada skemanya kok belum ada type-nya..lucu kan?
Mohon maaf pada rekan2 yang sudah mengikuti blog saya,,dan jangan lupa slalu kunjungi ya..kalau ada ilmu
baru pasti saya bagikan.
Typetype ic cek phase
IC.1-CD 4049

IC.2-CD 4093

IC.3-HEF 4027

catatan:pada zener dioda 5v.sedangakan type pembangkit pulse-nya CD 4093
Usahakan pada type HEF 4027 merk philip agar sempurna. IC

Skema Junction Box Audio

Junction Box adalah phanel conector untuk mendistribusi sinyal audio,banyak Junction Box lain-nya
seperti pesawat telepon dsb.Kalau yang ini yang kita bahas tentang audio,mestinya Junction Box untuk audio.
Junction Box ini masih ada kaitannya dengan Monitor Panggung,karena dengan adanya alat ini bisa memudahkan kita kerja. Dalam sebuah pentas Band umumnya ada yang namanya monitor panggung
lha alat ini untuk membagi sinyal 1 input dibagi 2, out 1 dan out 2..misal; mic vokal. mic vokal ini bisa
di kontrol 2 mixer ,mestinya juga 2 operator. yang out 1 masuk mixer FOH, yang out 2 masuk mixer
panggung, boleh kebalikannya.Terkadang kita repot  bila pengaturan sound panggung diatur dari mixer
utama, karena kita tidak bisa mendengar langsung sound yang ada di panggung,dan kita juga dibebanni
oleh rewelnya musisi karena kita tidak maksimal melanyaninya.  mudah mudahan dengan gambar ini
bisa membantu kesulitan kita dalam kerja ber-ngesound ria.

 


rf coil 2.4 mh

Discrete FET Guitar Preamp by J. Donald Tillman


Friday, October 19, 2012

Rangkaian Pengubah Audio Unbalanced to balanced

Skema ini adalah rangkaian unbalanced audio lines to balanced audio lines converter. rangkaian ini sangat sederhana karena hanya menggunakan 1 IC opamp NE5532, beberapa resistor dan kapasitor. Walaupun cukup sederhana akan tetapi rangkaian ini bekerja dengan baik.

Audio Unbalanced to balanced converter sederhana
IC opamp NE5532

Fungsi rangkaian unbalanced audio lines to balanced audio lines converter ini adalah untuk kebutuhan pengkabelan audio profesional antara alat audio satu dengan alat lainnya agar tidak terpengaruh oleh noise yang di karenakan panjang kabel. jika peralatan input tujuan pengkabelan tidak mendukung sistem input balanced, agar dapat bekerja tentunya rangkaian ini harus di padukan dengan rangakaian kebalikannya yaitu balanced audio lines to unbalanced audio lines converter. Tapi alat-alat audio tingkat menengah atas sekarang ini sudah mendukung sistem pengkabelan balanced jadi anda tidak perlu kawatir akan hal ini.
 Rangkaian ini saya posting tujuannya adalah untuk sharing saja, mungkin saja di antara pembaca ada yang punya peralatan audio lama yang belum mendukung sistem pengkabelan ini anda dapat memanfaatkan rangkaian ini agar alat anda dapat berfungsi dengan baik tanpa noise.



 Alternatif

Introduction
A Direct Injection (or DI) box is a very handy piece of equipment for any public address rig or recording studio, whether for band or general use. It will allow you to connect the output from guitar amps, keyboard mixers, tape machines and just about anything else directly to the mixer, without using a microphone, and with no hum loops.
The unit described will convert unbalanced inputs (such as from a guitar or bass amp) to balanced, allows the level to be set to something reasonable, and comes in two flavours. There is a completely passive version that uses a transformer to create the balanced send, or an active unit which can be operated from a 48V phantom feed or a couple of 9V batteries.

Description Firstly, for those who may not know about phantom feed, Figure 1 shows how it is done. The 48V supply in the mixer is connected to both signal lines, so causes no current flow in transformers since both ends of the winding are at the same DC potential. At the remote end, the current is tapped off the lines using a resistance value suitable for the electronics. Again, this is done with both signal lines to ensure that there is no DC imbalance in the circuit.

Figure 1 - Phantom Powering
After filtering (and in some cases regulation as well), the DC is then available to power the circuit that drives the AC signal down the very same pair that provides the power. In all cases the shield must be connected at both ends, since this provides the DC return path (hence no earth lift switch).  In this example a microphone has been used, but the same concept applies to virtually anything that can function on the limited power available.
Figure 2 is the passive version of the DI Box, which is very easy to build. The only problem is that to get good sound quality, you will need a good transformer, and these are expensive. As can be seen, the input is simply two 6.5mm phone jacks to allow a speaker lead to pass through the unit. The output is a male XLR connector, and is balanced. Have a look at the Jensen Transformers (or any other audio transformer manufacturer) web site to track down a suitable unit. There are many other manufacturers, but I don't know them all.  See if you can find one in your country. The transformer is 1:1 ratio, and needs to be rated for 600 ohm operation (or higher).

Figure 2 - Passive DI Box
The switch selects either line or speaker level from the phone jacks, and the 1k pot allows you to set the level when using a speaker source. When using speaker input, the attenuator is variable to allow for the widely differing output levels available from amps. No "earth (ground) lift" switch is provided - these are often used to completely isolate the signal source, for those occasions where there is a hum loop created between the mixer and the stage equipment. Instead, there is an earth isolation circuit (the 10Ω resistor and the 100nF cap), which will be more than enough except in the most extreme cases.  The earth lift is only fully effective when the transformer circuit is used, and will prove worse than useless in an active unit.
The active unit uses the 48V phantom feed available in many mixers, but can be run from batteries if this is not available. To ensure that there is no unnecessary battery loading a LED has not been included.
The connections to the XLR have been shown on all the drawings, and the pin numbers are clearly marked on the connector, designations are ...
Pin 1Earth (Ground)
Pin 2Hot (+ve signal)
Pin 3Cold (-ve signal)
Note that in some cases (especially with older equipment of US origin), pin 2 is 'cold' and pin 3 is 'hot'. This connection scheme is not recommended, and should not be used. The above is as close to an official standard as you will find, and should be used in all cases.

Figure 3 - Active Phantom/ Battery Powered DI Box
An earth lift switch cannot easily be used with phantom powering without excessive complexity, and has not been included.  The 10 Ohm resistor and 100nF cap will be quite sufficient in all but the most stubborn of cases.
The opamps require some degree of protection from the applied 48V when the unit is connected, and this is provided by the diodes from the opamp outputs back to the power supply. Without these it is possible to damage the opamps as the output capacitors charge. Because some degree of mucking about would be normally be needed for the output capacitors to make the unit truly universal, these are specified as bipolar (non-polarised) types - standard electrolytics must not be used.
All resistors should ideally be 0.5W 1% metal film for lowest noise and best matching. Capacitors must be rated at 25V or more, and diodes are 1N4148 or similar. If you need as much level as you can get and don't care about a bit of distortion, then a low power opamp (such as the LM358) can be used. These draw a lot less current, so the supply voltage will be higher. This allows more signal before the opamp clips. Bear in mind that many low power opamps can supply less output current than the TL072, so you may not get any real benefit. This does not apply to the LM358 - it can supply more than enough current (and more than can be provided by the phantom power scheme).
Two versions of the active unit used to be shown here, but by using bipolar output caps the unit can be dual-purpose. When plugged into a phantom supply, make sure that the switch is in the phantom position to eliminate unnecessary battery drain. Likewise, always leave the switch in the 'Phantom' position when not in use.
If you want to make the unit phantom or battery only, simply leave out the parts that you don't need. For battery only, you don't need R8 and R9, and D3 (24V zener) can also be omitted. If the unit will only be used with phantom, then you can omit the Phantom/Battery switch and the batteries.



Sunday, October 7, 2012


Mixer Digital Behringer X32

Mixer Digital Behringer X32

Mixer Digital Behringer X32
Mulai pertama kali diperkenalkan di acara NAMM tahun lalu, banyak orang telah menunggu mixer digital terbaru dari Behringer yaitu type X32.Saat itu Behringer ( Music Group ) telah membeli Midas salah satu produsen mixer premium untuk event live tour dan Klark Teknik yg terkenal dengan efek studio dan prosesor kelas pro.
Rancangan
Pertama, kualitas rancangan adalah hal yang selalu dikritik karena Behringer adalah produsen yg lebih fokus ke produk yg berbiaya rendah, jadi bagaimana dengan X32?
Kesan pertamanya sangat baik,bobot mixer X32 tidaklah ringan, dapat di angkat oleh satu orang,tapi agak sulit dibawa untuk jarak jauh jika di lihat dari segi bobotnya. 25 buah Fader yg semuanya berukuran 100 mm motorized dibuat oleh Behringer sendiri, yang merupakan salah satu faktor biaya yg dapat ditekan.Behringer mengatakan bahwa alat mereka telah melalui proses pengujian yg ketat dengan mesin khusus, X32 didukung dengan jaminan garansi 3 tahun.
Masing-masing channel strip telah dilengkapi dengan layar LCD yang dapat diedit warna, teks dan ikonnya untuk memudahkan visibilitas anda di ruang yang gelap. Mempertimbangkan segi harga,fitur dan kualitasnya mixer ini cukup mengagumkan.
behringer x32 digital mixer Mixer Digital Behringer X32
Layout
16 fader pertama terdiri dari 2 layers yg dapat di switch, 1-16 dan 17-24, Aux in, USB dan FX return, juga Bus Master sebagai fitur standar seperti konsol sejenis lainnya.
32 input XLR yg setiap channelnya dirancang oleh Midas dengan Mic preamp yg dikontrol secara digital, ditambah dengan 6 input Aux.Anda juga memiliki 16 XLR output yang dapat di assign kemana saja,ditambah dengan 6 Aux.Terdapat juga monitor out dengan XLR dan jack untuk aplikasi monitoring studio. Output digital AES ( assignable ) melengkapi koneksi audio standar.
behringer x32 digital mixer back Mixer Digital Behringer X32
Jaringan Audio
Fitur yang luar biasa terdapat pada mixer ini adalah tambahan dua port jaringan AES50 Cat5E, yang pada masing-masing portnya dapat menangani 48 kanal audio IO, ditambah MIDI dan remote mic amp untuk kontrol data. Anda dapat membeli S16 16 In dan 8 Out stagebox dengan harga sekitar $800.
Total 96 channel input audio bukanlah sesuatu yang anda dapat tangani semua sekaligus, tetapi sangat memungkinkan untuk melakukan patching (semua dapat di recall).Selain itu,telah tersedia fitur USB dan FireWire  yg dapat dikoneksikan ke komputer untuk kanal audio hingga 32 IO. Kebetulan, konsol ini beroperasi di 44,1 kHz atau 48 kHz yg hanya dapat di clocked dari dalam atau melalui kartu audio Firewire USB – sudah termasuk di model standar.Dengan demikian, anda dapat membayangkan berapa banyak input yg dapat diakses untuk aplikasi live dan studio.
Terdapat 16 bus yg dapat dikonfigurasi sebagai subgrup standar atau sebagai sends,Bagian tengah dari konsol memiliki delapan fader dengan empat layers, DCA groups, bus 1-8, bus 9-16 dan matriks output.Juga ketika dalam modus Remote – bagian ini akan bekerja layaknya Mackie kontrol, HUI atau CCs.
Note : saluran fader tidak mengirim sinyal MIDI.

Fitur :
  • 32 XLR channel input preamp rancangan Midas
  • 16 XLR channel output yg assignable
  • 6 input aux – 4 jack, 2 x phono
  • 6 aux output – 4 jack, 2 x phono
  • 48 total mix input  (channels, aux dan FX return)
  • 8 generator efek stereo
  • 16 Bus – sebagai subgrups atau Aux sends
  • 8 grups DCA
  • 2 x AES50 jaringan port audio untuk tambahan channel hingga 96 IO
  • 1 x Ultranet port untuk P16 sistem monitoring
  • Modus remote untuk akses modus HUI, Mackie kontrol atau CC menggunakan Bus section
  • 25 Motorized Fader 100 mm
  • 2 Track Record dan playback via memory stick atau USB drive
  • 44.1 atau 48 kHz

Yg luar biasa tentang konsol baru ini adalah harganya yg berkisar di $2800 ,harga yg secara signifikan lebih ekonomis di banding dengan produk lain yg sejenis.